Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tidak Menular

Tilango, 6 Agustus 2026 — Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) Tahap 1 dengan tema “Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tidak Menular”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tilango ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Jurusan Farmasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit tidak menular serta pemanfaatan tanaman obat lokal secara tepat dan aman.

Kegiatan Pengabmas ini diketuai oleh Dr. Zulfiayu, S.Si., Apt., M.Si., dengan anggota tim yang terdiri dari Vyani Kamba, S.Si., MPH., Apt., Fihrina Mohamad, S.Si., M.Si., Fadli Husain, S.Si., M.Si, dan Mohamad Usman Nur, S.Farm, M.Farm, Apt dari Jurusan Farmasi, serta Paulus Pangalo, SKM., M.Kes. dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kegiatan ini juga diikuti oleh 52 peserta yang terdiri atas perwakilan masyarakat penderita diabetes dan hipertensi, kader kesehatan dari 8 desa, serta perwakilan puskesmas dan Kecamatan Tilango. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.

Skrining dan Edukasi Kesehatan Masyarakat

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah skrining dan edukasi kesehatan masyarakat. Skrining dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya yang berkaitan dengan diabetes dan hipertensi.

Selain skrining, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, serta meningkatkan kepedulian terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang mudah dipahami sehingga peserta dapat menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat lokal sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung pencegahan maupun pengelolaan penyakit tidak menular.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai potensi tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar serta pentingnya pemanfaatan tanaman obat secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis yang telah direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.

Pemberian dan Edukasi Manfaat Teh Bunga Telang

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian peserta adalah pemberian produk teh bunga telang sekaligus edukasi mengenai manfaatnya. Peserta diperkenalkan dengan bunga telang sebagai salah satu tanaman lokal yang dapat diolah menjadi minuman herbal.

Dalam sesi edukasi, masyarakat diberikan informasi mengenai cara pemanfaatan teh bunga telang serta potensi manfaatnya sebagai bagian dari pola konsumsi minuman herbal. Edukasi juga menekankan pentingnya pengolahan dan konsumsi produk herbal secara tepat serta tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi tanaman lokal yang berada di sekitar mereka, khususnya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Pemberian Hibah Paket Produk dan Media Edukasi

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan edukasi masyarakat, Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo memberikan hibah berupa satu paket goodie bag kepada peserta.

Setiap paket berisi berbagai produk dan media edukasi, yaitu:

  • Leaflet pemanfaatan tanaman obat lokal
  • Gelas kaca untuk infus water
  • Minyak gosok Sesewanua
  • Bunga telang kering
  • Teh Herbago
  • Madu

Pemberian hibah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk dukungan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana agar peserta dapat mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Produk dan media yang diberikan juga diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat lokal secara tepat dan aman.

Antusiasme Masyarakat

Kegiatan Pengabmas Tahap 1 ini mendapat antusiasme yang positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari skrining, menerima edukasi kesehatan, hingga mengikuti sesi edukasi mengenai tanaman obat lokal dan teh bunga telang.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa informasi mengenai kesehatan dan pemanfaatan tanaman obat lokal memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran kader kesehatan dari enam desa juga diharapkan dapat membantu memperluas penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan Pengabmas Tahap 1 ini, Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo terus memperkuat perannya dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi tanaman obat lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang sehingga upaya pencegahan penyakit tidak menular dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis pada potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *