Dosen Pakar Bahas Peran Strategis Tenaga Vokasi Farmasi dalam Farmakovigilans Obat Antidiabetes

Program Studi DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo sukses menyelenggarakan kegiatan Dosen Pakar pada hari Selasa, tanggal 03 Juni 2026, dengan mengangkat tema “Tenaga Vokasi Farmasi sebagai Pilar Farmakovigilans Obat Antidiabetes: Menjawab Tantangan Diabetes Melitus di Era Regulasi Baru.” Kegiatan Dosen Pakar ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan wawasan dan kompetensi akademik bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) dalam mendukung keselamatan pasien melalui pemantauan keamanan penggunaan obat. Beliau juga menyampaikan bahwa tingginya prevalensi Diabetes Melitus menuntut tenaga kesehatan, khususnya tenaga teknis kefarmasian, untuk memiliki pemahaman yang kuat terkait Farmakovigilans dan regulasi terkini di bidang kefarmasian.

Sebagai narasumber utama, Prof. Rani Sauriasari, Guru Besar bidang Ilmu Biokimia, Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia, menyampaikan materi mengenai peran strategis Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) dalam sistem Farmakovigilans, khususnya pada penggunaan obat antidiabetes. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya pelaporan efek samping obat, pemantauan keamanan terapi, serta kontribusi Tenaga Farmasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di era regulasi yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai implementasi Farmakovigilans sebagai upaya menjaga efektivitas dan keamanan penggunaan obat antidiabetes. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami tantangan dan peluang Profesi Farmasi dalam mendukung pengendalian Diabetes Melitus di Indonesia.
Kegiatan Dosen Pakar ini berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa Program Studi DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo menunjukkan partisipasi aktif selama sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait implementasi Farmakovigilans pada penggunaan obat antidiabetes, peran Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) dalam pelaporan efek samping obat, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik kefarmasian di era regulasi baru. Antusiasme mahasiswa tersebut mencerminkan tingginya minat dan kepedulian terhadap pengembangan kompetensi profesional sebagai calon Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) yang siap berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan.


Ketua Jurusan Farmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa, baik dari sisi kompetensi akademik maupun keterampilan praktik kefarmasian. Melalui koordinasi yang matang, diharapkan pelaksanaan OSCE dan UKOM dapat berlangsung lancar serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.


































