Rapat Persiapan PKL Pharmapreneur Mahasiswa D-III Farmasi Poltekkes Gorontalo T.A 2025/2026

Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo menggelar rapat pada hari Kamis, 5 Maret 2026 tentang persiapan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Pharmapreneur bagi mahasiswa Program Studi D-III Farmasi Semester VI Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mematangkan pelaksanaan PKL agar berjalan terarah, efektif, dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.

Rapat tersebut dipimpin oleh penanggung jawab kegiatan PKL, Fadlun Abubakar, S.Si., M.Si., serta dihadiri oleh para Pembimbing Lahan dan Pembimbing Institusi. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi antara pihak kampus dan mitra tempat pelaksanaan PKL dalam menyamakan persepsi terkait teknis pelaksanaan, mekanisme pembimbingan, hingga capaian kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa selama mengikuti program PKL Pharmapreneur.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal penting, mulai dari jadwal pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas pembimbing, hingga strategi pendampingan mahasiswa di lapangan. Melalui koordinasi ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di dunia kerja, tetapi juga mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang Kefarmasian.

Kegiatan PKL Pharmapreneur sendiri merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan profesional, komunikasi, serta pemahaman mengenai peluang usaha di bidang Farmasi.

Kegiatan PKL Pharmapreneur ini juga menjadi salah satu upaya dalam menunjang Visi Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo, yakni “Menjadi program studi yang unggul dalam menghasilkan Ahli Madya Farmasi yang berkarakter, inovatif dan berjiwa Pharmapreneur berbasis teknologi terapan.” Dengan adanya program ini, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi tenaga kefarmasian yang tidak hanya kompeten secara akademik dan praktik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, inovatif, serta jiwa kewirausahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi di bidang Kefarmasian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *