
Gorontalo, 20 September 2023 – Program Studi DIII Farmasi, Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Gorontalo kembali mengadakan kuliah tamu sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam bidang kefarmasian. Kali ini, kuliah tamu bertajuk “Pemanfaatan dan Pengembangan Tanaman Obat menjadi Produk Usaha dengan Implementasi CPOTB Skala UMKM, UMOT, UKOT, dan Industri Obat Tradisional” dihadiri oleh ratusan mahasiswa.
Kuliah tamu ini menghadirkan Brury Machendra dari PT. Herbal Insani sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparan, ia menjelaskan bagaimana tanaman obat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk farmasi, serta pentingnya penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) di berbagai skala usaha, mulai dari Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), hingga Industri Obat Tradisional (IOT).
Kegiatan ini diikuti oleh 289 mahasiswa dari berbagai tingkatan, yang terdiri dari mahasiswa tingkat I, II, dan III Program Studi DIII Farmasi. Mereka mendapatkan wawasan langsung dari praktisi industri mengenai proses produksi dan regulasi yang harus dipenuhi dalam pembuatan obat tradisional.
Kuliah tamu ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dengan sesi utama dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga selesai. Acara dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru, SKM., M.Kes, yang menekankan bahwa penguasaan ilmu tentang industri obat tradisional sangat penting bagi mahasiswa farmasi, terutama dalam mendukung pengembangan produk herbal berbasis ilmiah di Indonesia.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber dalam sesi diskusi interaktif. Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dengan bertanya mengenai tantangan dalam produksi obat tradisional serta strategi agar usaha berbasis herbal dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana pengelolaan industri obat tradisional yang sesuai dengan standar CPOTB serta potensi tanaman obat sebagai peluang usaha di bidang farmasi.
