

Gorontalo, 27 Januari 2023 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo menggelar Workshop Pharmapreneur: How to Be Innovative and Creative Entrepreneur, yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan berbasis farmasi dan teknologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam membangun lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang farmasi tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur.
Workshop ini diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 266 mahasiswa dari Program Studi Diploma III Farmasi. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Apt. Azhar Aliza Putra, S.Farm, M.Farm dari PT. Redachem Indonesia, yang membawakan materi tentang Application of Pharmacy Management in Marketing of Cosmetics Raw Material, serta Apt. Walid Adriansyah, S.Farm, C.Herbs, C.PS, CMT.CA.BNSP dari AIM Training Center, yang memberikan wawasan tentang Strategi dan Mindset Pharmapreneur di Era Digitalisasi.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru, SKM, M.Kes, menekankan pentingnya membangun jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa. “Kami berharap para mahasiswa tidak hanya berpikir untuk menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui inovasi di bidang farmasi,” ujarnya.
Workshop Berorientasi pada Keterampilan dan Inovasi
Workshop ini menyoroti berbagai aspek penting dalam dunia pharmapreneur, mulai dari perancangan produk farmasi, pemasaran berbasis digital, hingga strategi menghadapi persaingan di industri farmasi modern. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan teknologi dalam bisnis farmasi, yang menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi era digitalisasi.
Menurut Apt. Azhar Aliza Putra, pemahaman tentang manajemen farmasi dalam pemasaran produk kosmetik sangat penting untuk memastikan daya saing produk di pasar. Sementara itu, Apt. Walid Adriansyah menekankan pentingnya mindset yang inovatif serta strategi pemasaran yang adaptif di era digital.
Dampak dan Tindak Lanjut
Ketua panitia, Prisca Safriani Wicita, S.Farm, M.Farm, Apt, menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang peluang berwirausaha di bidang farmasi. “Kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dalam inovasi produk farmasi dan pemasaran berbasis teknologi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo akan mengadakan pendampingan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha di bidang farmasi, serta memberikan akses pelatihan lanjutan mengenai inovasi produk dan strategi pemasaran.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan mahasiswa Program Studi DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dan bisnis, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan industri farmasi di Indonesia.
