

Gorontalo, April 2022 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan persiapan menuju akreditasi unggul, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo sukses menggelar Workshop Sinkronisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategis (Renstra) untuk Program Studi Diploma III Farmasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi institusi dengan standar penilaian akreditasi terbaru guna mencapai peringkat unggul.
Workshop ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting pada 13-14 April 2022, dengan mengusung tema “Sinkronisasi IKU dan Renstra: Menuju Program Studi Unggul.” Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta, yang terdiri dari pengelola Poltekkes, dosen, tenaga kependidikan, serta ketua jurusan dari berbagai program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru, SKM, M.Kes, menekankan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan keselarasan rencana strategis dengan standar akreditasi terbaru. “Dengan adanya sinkronisasi ini, kami berharap dapat memperkuat kualitas akademik dan tata kelola institusi agar semakin siap dalam menghadapi proses akreditasi,” ujar Anasiru.
Narasumber Kompeten dan Materi Strategis
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Farid Mohamad, S.Pd, M.A dari Universitas Negeri Gorontalo dan Olfie Sahelangi, S.Pd, M.Si dari Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Sulawesi Utara. Mereka memberikan pemahaman mendalam tentang penyusunan rencana strategis, indikator kinerja utama, serta implementasi dokumen mutu dalam penilaian akreditasi 9 kriteria.
Sesi pertama membahas sinkronisasi IKU dan Renstra UPPS di tingkat jurusan, yang disampaikan oleh Farid Mohamad. Diskusi berfokus pada bagaimana unit pengelola program studi dapat menyesuaikan strategi mereka agar selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan dunia kerja. Sesi ini dimoderatori oleh Insyirah Fadliana Basri, S.Farm.
Sesi kedua diisi oleh Olfie Sahelangi, yang mengulas implementasi Renstra di tingkat jurusan dan keterkaitannya dengan standar penilaian akreditasi 9 kriteria. Dalam sesi ini, peserta diberikan contoh penerapan kebijakan strategis untuk meningkatkan daya saing program studi.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pendampingan langsung dalam fasilitasi sinkronisasi IKU dan Renstra serta penentuan indikator kinerja tambahan (IKT) yang sesuai dengan standar akreditasi nasional. Sesi ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen strategis yang dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan program studi ke depan.
Dampak dan Tindak Lanjut
Ketua Panitia, Fihrina Mohamad, S.Si, M.Si, menyampaikan bahwa workshop ini memberikan manfaat besar bagi civitas akademika dalam memahami peran strategis IKU dan Renstra dalam peningkatan mutu pendidikan. “Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di masing-masing program studi agar dapat memenuhi standar unggul dalam akreditasi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo akan menyusun Dokumen Revisi II Renstra Prodi DIII Farmasi Tahun 2020-2024 yang akan menjadi acuan dalam pengelolaan akademik dan administrasi di lingkungan kampus. Selain itu, evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas implementasi strategi yang telah disepakati.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Poltekkes Kemenkes Gorontalo dapat semakin siap menghadapi tantangan akreditasi serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
