Gorontalo, 22 November 2023 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo telah sukses menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Menuju Program Studi Unggul dengan fokus pada Pengisian Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Program Studi Diploma III Farmasi menghadapi akreditasi dengan instrumen 9 kriteria yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Workshop ini berlangsung pada 20-22 November 2023 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Gorontalo, diikuti oleh 44 peserta, termasuk Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, tenaga kependidikan, serta perwakilan dari unit akademik dan penjaminan mutu. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. apt. T. N. Saifullah S., M.Si. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Ir. Desiana Vidayanti, MT dari Universitas Mercubuana.

Peningkatan Pemahaman tentang Akreditasi 9 Kriteria

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan mutu akademik dan tata kelola program studi agar mencapai peringkat akreditasi “Unggul”. “Persiapan akreditasi dengan instrumen 9 kriteria ini memerlukan pemahaman yang mendalam serta penyusunan dokumen yang sistematis dan komprehensif,” ujarnya.

Materi dan Sesi Pendampingan

Workshop ini mencakup berbagai sesi penting, di antaranya:

  • Penguatan Mutu Internal dan Eksternal dalam proses akreditasi, yang disampaikan oleh Prof. Dr. apt. T. N. Saifullah S., M.Si.
  • Fasilitasi Pengisian DKPS dan LED, dipandu oleh Ir. Desiana Vidayanti, MT, untuk memastikan bahwa dokumen yang disusun sesuai dengan standar penilaian akreditasi terbaru.
  • Sinkronisasi Mutu dengan Instrumen Akreditasi, untuk menyelaraskan strategi program studi dengan kebijakan nasional dalam pendidikan tinggi kesehatan.

Peserta workshop mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi pengisian DKPS dan LED, serta mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber dalam menyusun dokumen akreditasi yang sesuai standar.

Hasil dan Tindak Lanjut

Ketua Panitia, Fihrina Mohamad, S.Si, M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai dimensi penilaian akreditasi, teknik pengisian DKPS, serta strategi penyusunan laporan evaluasi diri yang berbobot. “Kami berharap hasil dari workshop ini dapat diterapkan secara nyata dalam proses akreditasi, sehingga Program Studi DIII Farmasi dapat memperoleh status akreditasi ‘Unggul’,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Poltekkes Kemenkes Gorontalo akan membentuk tim khusus untuk mengawal penyusunan DKPS dan LED secara berkala, serta mengadakan sesi evaluasi untuk memastikan bahwa dokumen yang disusun memenuhi standar yang ditetapkan oleh LAM-PTKes.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan Poltekkes Kemenkes Gorontalo semakin siap dalam menghadapi proses akreditasi dan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang kesehatan.